“Aku ga mau makan lagi. Aku mau ke dokter”

Jumat, 2 Agustus 2019.

Papah masih dalam perjalanan pulang, anak-anak dan mamak lagi makan malam, baru juga beberapa sendok, tiba-tiba Ken nangis kaget dan bilang sakit kegigit. Anak ini anak yang ga gampang nangis kalau soal sakit-sakit. Kalau sampe nangis berarti kadar sakitnya udah lumayan tinggi buat dia. Apalagi dia sampe ngomong sambil tersedu-sedu, “Ga mau makan lagi. Aku mau ke dokter”.

Pertama, dia jarang banget menolak makan. Kedua, baru kali pertama dia sukarela bilang mau ke dokter. And I took it seriously karena sebenernya Ken udah bilang ada yang sakit dari di area mulutnya dari 2 hari lalu, tapi mamak dan papah kira dia ‘hanya’ sariawan, walau pas diliat-liat kok ga keliatan ada sariawan dan anaknya masih aktif seperti biasa. *mamak dan papah teledor*

Pas dia bilang sakit kegigit pun, mamak masih berpikir oh kegigit lidah kali ya karena mamak liat di ujung lidahnya ada merah sedikit. Sambil coba menenangkan anaknya sambil bilang kegigit emang sakit banget awalnya tapi cuma sebentar kok, mamak ngasih Ken minum air dingin *mamak teledor part 2*. Tapi Ken bilang masih sakit dan raut mukanya masih ga nyaman.

Berkali-kali dia malah nunjuk area gigi kiri bawah, bukan lidah. Mamak berkali-kali juga ngeker-ngeker mulutnya kira-kira apaan sih. Trus mamak liat ada makanan nyelip di antara gigi yang dia tunjuk-tunjuk. Pas dibersihin, Ken sempet mengerang sedikit, lalu mamak coba teken giginya sedikit kebawah lalu dia mengerang lagi. Wadaw, masalah gigi ini ternyata. Agak gawat.

Lalu mamak perhatiin lagi, gusi kiri bawahnya memerah dan agak bengkak. Beda kalau dibandingkan dengan yang kanan bawah. Trus mamak coba pegang pipinya Ken, kiri dan kanan. Wadaw, kok yg kiri kenceng ya. Beneran bengkak ini mah.

Setelah si bocil selesai makan, mamak ngumpulin receh yang ada di rumah (pas banget lagi ga pegang banyak cash, dan klinik deket rumah ga bisa pake debit apalagi gopay atau ovo, semua dibawa pokoknya, tau ndiri kan biaya dokter gigi bisa bikin nangis, dulu mamak pernah sampe ngutang karena duitnya kurang ๐Ÿคฃ), lalu langsung bertigaan jalan kaki ke klinik yang jaraknya cuma segelindingan batu dari rumah.

Untung hari Jumat ya, untung juga jam kejadian baru sore menjelang malam, jadi Pak Dok masih praktek. Pak Dok, yang kebetulan adalah orang tua dari salah satu temen sekolah Kenny, lagi bengong ga ada pasien, jadi Ken langsung ditangani.

Ga tau ya apa karena udah sakit banget atau anaknya udah makin gede makin ngerti atau apa, ga ada drama apa-apa selama di dokter. Disuruh apa ya nurut, diapain juga mau. Padahal kliniknya biasa aja, bukan yang khusus anak-anak, ga ada monitor di langit-langit kaya yang di BSD, ga bisa nonton Mickey Mouse. Sungguh luar biasa mamak ga nyangka bin terharu.

Periksa punya periksa, jadi ada 2 gigi yang berdampingan, gigi yang belakang dulu pernah ditambal tapi ‘bocor’ kiri kanan, jadi harus ditambal lagi. Nah, yang bermasalah adalah gigi yang lebih depan, bolongnya ga mulai dari atas, tapi dari samping dalam (ga terjangkau juga kalau sikat gigi), jadi kemungkinan makanan sering nyelip bahkan masuk, karena ga terdeteksi, lama-lama makin bolong ke dalem dan kena syaraf. ๐Ÿ˜ญ

Mamak jadi teringat insiden mamak naik pesawat dengan gigi bolong sampe ke syaraf. Pas landing, astagah sakitnya sampe kepala kaya mau pecah, jadi mamak sedih mikirin mungkin tadi Ken ngerasain sakit yang mungkin sama kaya mamak dulu. Ngilu ngilu gitu.

Prosesnya ada kali setengah jam, gigi yang bikin gusi bengkak itu akhirnya ditutup sementara dulu pakai kapas karena katanya kalau langsung ditambal, bisa-bisa makin bengkak karena rongga di bagian dalamnya masih belum sembuh. Harus minum antibiotik dulu sampe bengkaknya hilang dan rongga dalamnya membaik baru bisa ditambal. Jadi hari Senin kita harus balik lagi ke Pak Dok.

Lagi sibuk update kondisi anake ke papah, tiba-tiba mamak oleng. Waduh, kenape lagi nih body kok kaya tipsy begini, tapi cuma sebentar abis itu ga oleng lagi. Ga lama, hp tang ting tung tang ting tung, oalah ternyata gempa toh, pantes oleng. Tapi orang dewasa lainnya di kamar praktek Pak Dok ga ada yang komentar gempa jadinya mamak ga nyangka itu gempa.

Nah ini dia bagian yang bikin deg-degan. Nanya Pak dok “berapa, dok?”. Di kantong mamak cuma bawa 500ribu. Udah siap siaga lari ke rumah nyokap kalau kurang minjem uang nyokap dulu. Ternyata kata Pak Dok 300ribu. Legaaaaa.. Pak Dok cuma resepin antibiotik murah meriah lalu berpesan kalau misal panas ya kasih Tempra aja.

Mamak lalu teringat 1 Agustus kemarin di sekolah Ken ada vaksinasi Campak, Ken udah didaftarin tapi akhirnya ga divaksin karena kata walasnya menurut petugas puskesmas Ken panas. Padahal mamak cek pas pulang kayanya ga ada panas2nya acan. Mamak sempet bingung, tapi sekarang mamak pikir mungkin emang pas mau divaksin itu Ken juga sambil nahan sakit giginya makanya dia agak panas. Duuuuhhh, anak dikit-dikit bilang sakit bikin geregetan, tapi anak bisa nahan sakit juga ada ga baiknya ternyata.

Bocil gimana? Bocil good boy banget selama disana anteng duduk ga bikin scene sama sekali. Padahal mamak tau dia pasti ngantuk karena hari ini ga boci. Tapi ga ada keluar rewelnya sama sekali. Judulnya luar biasa mamak ga nyangka dan terharu laah pokoknya. Emang ya dasar kalau mamak khawatir ini itu tuh malah ga kejadian, kalau mamak mikir gampang lah bisa lah eh malah ada aja ulah bocah-bocah. Apakah mamak harus selalu overthinking biar semuanya lancar? Huh!

Udah keluar dari klinik, mamak ga berhenti muji Ken, Ken hebat loh sekarang berani ke dokter gigi, good job, good boy, brave boy, dll dst. Dan pas udah sampe rumah Ken bilang “Aku tadi ga nangis, aku berani. Aku ga suka yang jauh yang cewe, sukanya yang deket, papanya J****” Maksud dia, dia ga suka klinik dokter gigi yg di BSD, dokternya cewe ๐Ÿคฃ. Pas ditanya kenapa, dia jawabnya “yang cewe terlalu kenchheeeng”. Ngomongnya pake nada dan ekspresi signaturenya Ken. Mamak ngakak sejadi-jadinya.

Semoga nanti hari Senin ga mogok ke dokter giginya. Semoga kedepannya terus makin pinter kalo mau diajak cek gigi ke dokter. Mamak sekarang bertugas jangan sampe lupa kasih dia obat 3x sehari. Dan harus lebih intens merhatiin kesehatan rongga mulut bocah-bocah.

Sekian cerita yang kurang berfaedah untuk orang lain tapi berkesan buat mamak, makanya buru2 tulis sebelum lupa. ๐Ÿคญ

Dear 1-year younger-me, ROGER…GANTI.

Oh wow, I didnt even remember I wrote that post. If it’s not because of Fab’s comment notification, I wouldn’t realize it’s been published coz i’ve been neglecting this blog for quite long. Ehehe.

I am doing fine, I guess. Not much changes happened. Pretty much still doing the same thing.

You’re right ! We had a staycation for couple of days. Had quite a blast. Much much better than what we gone through last year. There were some moments that might lead to the same situation, but I guess this time I have prepared myself better.

I’m sorry that I have not got my health checked up. Couple of months ago, I did go to the clinic but not for general checkup, it was just only to check some parts because i felt sick for quite a long time and that’s unusual. But I’m good now, I’m good.

Oh… yeah we made it to HK but unfortunately it didnt give a very good impression. Hahahahaha. HK trip was saved by the Disneyland and by Disneyland only.

The boys are doing great. K will be in elementary school verrrryyy soon, like 2 weeks from now !! Omygosssh. I collected his uniforms yesterday and I was like …… how commmeee he’s no longer a kindergaten student? Why so fast. Well, I guess part of me doesnt want to deal with all the exams and crazy homeworks…yet.

And yes, K got the reward for being one of the best student, but still not sure if it is what it is. U know what I mean. I guess we have to wait until the graduation day, which is next week. I have prepared some graduation balloons for him. Psssttt…still a secret.

He will continue his study at the same school. Same program, but let’s see later. If some adjustment need to be done, so be it.

While bocil… he’s progressing quite well. Still have some communicating problem, but he is clearly levelling up. I hope he will do well in TK-B. I hope his teacher will be a good one.

He has a lot of expression nowadays. How can i describe? Hillariousss.. sometimes he looks like he’s in his own world, singing (loudly), with movements/hand gestures, like nobody’s watching and it’s always entertaining. And then he became shy when he knows we’re paying attention to him. But bocil is still bocil, still have to deal with his temper day by day.

Husband.. i guess he is still the same man i knew, if not better. Thank goodness. Still the great father whom the boy chose when they were asked “mau sama mama apa papa?”. Well, if that was about who they want to go the toilet with *u know what i mean*, then I AM ALL HAPPY ! ๐Ÿคฃ EVERYBODY WANT PAPA TO TAKE CARE OF THEIR ๐Ÿ’ฉ.

His job is still somewhat secured. And still hoping some new doors will be opened for him. For us. Can i have AMITUOFO/AMEN here?

Mom and Dad are doing well. They went to Thailand couple weeks ago and i guess they had a great time. Nice to know they are willing to go on a trip where it’s only 2 of them, and the rest are strangers. Because u know they usually go on a trip with bunch of friends, sometimes can be overwhelming since Dad is seksi repot by nature and i know Mom cant enjoy that kind of trip.

Bro has 1 baby boy already. He’s now 4 months young and the face….totally a copy of his father..gosh. Cute version of course. ๐Ÿ˜‚

Sis and family just went to Vietnam and of course i gotta ask for a snow globe. So, my snow globe collections has 2 new additions. From Thailand and Vietnam.

Sis in law #1 had her 2nd baby boy. He’s now 8 months young, i guess. Sis in law #2 is getting married later in November.

LJJ is still running…..slowly. So does OKNSHP. I havent started with anything new because i’m still the old me, the non-risk-taker. ๐Ÿ™„

And oh… talking about hairloss, you are having a bad hairloss again !! Is it an annual thing or what? ๐Ÿคฃ. But i guess i knew what the root problem is right now. My hair starts falling when it reach certain length so it must be the scalp. Not strong enough to hold longer hair. So, im currently still on search for the IT product. Hopefully will find it soon and hopefully i can bid hairloss goodbye. For good.

Okay, i guess that’s all for now. Time to pick up the little rascals from school.

HWAITTIINNNGGGG !!!

Hi there 1-year-older-self

In case you forgot, im writing this on June 15, 2018. 04:47 am. Woke up and couldnt get back to sleep because my mind is still half-blanked due to news of a friend passing. She was not a close friend but the news kinda hit me quite deeply. Also because of recent news about famous people went suicidal due to depression and made me thinking about life…how it can be so unpredictable and how rough the journey can be.

So, how are you today?

I hope you’re doing fine.

Maybe you’re having a staycation just like im having right now since the boys are on end of term holiday already.

I hope you’re healthy. Have you actually done with your medical checkup?

If not, go get your ass to the clinic the soonest !!

If yes, how’s the result?

If it’s good then good for you. Dont take it for granted.

If it’s bad, you still have to think positively. I know it’s hard for you, you-negative-thinking-little-slut, but dont forget to always train your mind to think positively. Practicing The Secret, you know…and i hope you will get better and better.

Are you happy? Did you smile a lot? Do you actually have something new in store last one year? New hobby? New community? New friends? New business? Anything?

Oh… did you made it to HK?

How was it?? Did you remember you have planned the trip almost 1 year ahead. Hope you had a great time.

How about the boys? I bet they’re doing great!

Did K really got the best student award graduating from kinder?

Has bocil progressing well?

So is K going to new school or stay in the same school?

What about husband?

How many kg he has gained/lost? ๐Ÿ˜‚

What about his job?

Is he still the same person as he was 1 year ago? Does he still treat you and the boys good?

Are you happy?

How’s mom? How’s dad?

How’s bro? Got baby already?

How’s sis and her family?

How’s everybody????

Gosh.. i dont know why im crying while writing this.

Anyway….

I have asked a lot now let me help you remember what happened recently. K is done with TKA with flying colors and you were VERY proud of him. Bocil is also done with KBB and progressing so well. You enrolled both of them to Sempoa SIP. Initial objective was so that they will have something to do to spend on school holiday and to help bocil speed up his progress a bit in the writing department (you know you dont have that much patience to teach it yourself). I hope that decision turned out to be a very good one.. you tell me.

LJJ was doing great the last 2 months and i hope it will continue to do great. OKNSHP was doing just okay, but it’s the most long lasting effort you’ve done so far, so it’s worth keeping. The other 1 is going dormant ๐Ÿ˜‚. I’m using it as my online shopping account instead now. I hope when you read this you already have new business going. But if not thats okay. Baby step. Just keep the faith. I have trust in you!

Mom and dad are healthy and still active. Dad got his bladder stone removal done at Mitra Kemayoran (i personally dont like this hospital btw). They will be going to Penang next Wednesday to do some checkup and i hope everything will be okay. I also have a plan in mind to tag them along when they go there again next time (if i got my passport already) to do some checkup or just to know what it is like right there…

Husband is also doing good. Expanding well…his body i mean. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ he loves the kids so much, he is still in love with me and he has not changed. I hope he wont. But got some not so good news about his job which only time can tell, i hope everything is still doing good or even better when you read this. You tell me.

You….you…i guess you/i are/am also doing good. Despite the stressful hairloss im experiencing at the moment, i guess everything is under control. Still trying to plant a seed of patience into my soul every now and then facing both kiddos everyday. ๐Ÿ˜‘ But im doing fine and i hope you are as well.

If you happened to be not happy at the moment, try remembering all the happy things you had back then. Reminisce those days when you feel like it was the best day of your life, the happiest moment of your life.

If you are feeling sad and lonely like you have nobody to talk to, I am here and I am listening to you. Just talk into yourself, im all ears. Pour it out. Cry if you want to, i know crying is such an easy task for you. Dont hold it in. Say the mantra “everything will get better”, “all is well”, “indomie is a good idea” (Only once in a while yaa) ๐Ÿ˜†. Or you can drown yourself in things you love to do to forget about your sadness. You like to stalk on someone on socmed, do it. ๐Ÿ˜† you like editing photos, install and learn new apps. You like online shopping, do retail theraphy within your budget of course. YOLO but YSHBTP (you still have bills to pay).

If you are feeling angry and temperamental at the moment, try to breathe in and out slowly. Why? Your kids acting out? Fight over toys again? Some people did nasty things to you? Breathe in breathe out. It will be over soon, dont waste your energy on something useless. Yelling over your kids wont make them feel better (yah i know talking is very easy..i know.. but you know it’s true). K love language is physical touch. Bocil love language is quality time. So, do it for them. About those nasty people? Remember that you cannot control what will people do to you, but you can control how you react to them. Again i know its hard for you since youre not ‘woles’ type of person like your husband. But try…. you said to yourself you always want to be a better person.

Keep doing good. Try to be nice and kind to everyone but still remember that you cannot please them all. I know it’s easier and tempting to be selfish, but you cant live in this world alone even if you have unlimited cash.

Try to not overthinking everything. Tiring, isnt it? You did good things, period. People didnt take it as a good thing and still talking bad about you? It’s their problems, not yours. And its okay to be socially awkward. LoL. You will always have this blog to pour it all out.

Life has its ups and downs. Its okay to be at the bottom sometimes but hang in there… have in mind you will be at the top somehow.

In the end, i just want to remind you that YOU ARE A GOOD PERSON. You were doing great so far and will keep doing great ahead. You worth more than any rare diamonds in the world. You are priceless.

I love you.

Hong Kong trip – Day 3 (Ngong Ping)

Hari ketiga di Hong Kong diawali dengan sangat tidak asik. Subuh-subuh kebangun atau dibangunin suami (lupa) dan suami bilang si koko badannya anget. DROP langsung mood gua. Langsung buka paracetamol yang dibawa dari Jakarta; masih tersegel, gua sungguh berharap paracetamol ini ga gua buka selama di Hong Kong tapi kenyataan memang pahit, dan bangunin anaknya suruh minum obat, untung dia mau.

Paginya untung dia mendingan, suhu badan turun dan ngga keliatan lemes gimana. Tadinya kalau misal liat dia lemes atau suhu badannya ga turun, kita udah mempersiapkan diri untuk cancel all plans for today.

Jadwal hari ini cuma ke Ngong Ping aja. Walau kita tau ke Ngong Ping ga bakal seharian juga, tapi kita ga ada rencana lain lagi untuk sore dan malamnya. Apakah bisa dibilang udah diatur sama Yang Diatas kalo hari ini ga boleh cape2 ? Abis ‘pas’ banget si koko sakit. โ˜น

Beberapa hari sebelum berangkat, pas cek Klook buat liat tiket Cable Car ke Ngong Ping, gua diKEJUTkan dengan warning message bertuliskan bahwa Ngong Ping Cable Car lagi maintenance dan akan beroperasi lagi tgl 26 Maret (gua pulang tanggal 23 Maret). Sesak dada ini. Hiks hiks. Udah Disneyland masih banyak renovasi, sekarang Cable Car lagi maintenance.

Klo naik cable car harusnya kita ada diatas sana. Hiks

But show must go on. Pinternya si Klook ya, di page beli tiket Cable Car yang lagi maintenance itu, mereka ada refer ke page2 lain dimana mereka jual beberapa opsi tiket tour ke Ngong Ping sebagai SATU-SATUNYA cara untuk bisa pergi ke Ngong Ping kalau ga ada Cable Car dan of course mereka mention “LIMITED SLOTS”, ditambah dengan informasi beberapa slot sudah sold out, tinggal di jam2 tertentu yang masih ada beberapa slot saja. Dan gua hampir beli paket tour itu. Hampir. *ya namanya juga agak panik ya sobat*.

Inilah pentingnya membaca (berkali-kali) dan mengerti dengan baik keterangan di Klook, pentingnya juga research ke sumber lain (contacting Klook didn’t help at all in my case, they never replied). Karena yang dijual si Klook itu berupa paket tour dimana ada jam tertentu dimana kita harus hadir lalu gabung sama peserta lain dan harus ikutin ‘tour leader’, ga boleh kesana kemari sendiri, gua pikir ini ga cocok buat keluarga gua, coz we need to be as flexible as possible. Lalu ternyata tiket itu pun belum termasuk tiket pulang dari Ngong Ping ke city (Tung Chung), jadi pulangnya urus sendiri. Wtf.

Setelah googling pun ternyata kuketahui bahwa kita bisa kok pergi sendiri ke Ngong Ping by bus tanpa harus ikut tour. Kebetulan terminal bus nya juga ga jauh dari hotel, tinggal nyebrang dari Citygate Outlet (walau pas gua disana jalannya harus rada muter karena lagi ada perbaikan…again). Cuma downsidenya ya lama perjalanannya jadi 2x lipat lebih lama bahkan lebih dibanding naik Cable car. Kalau naik cable car katanya sekali jalan cuma 25 menitan, nah naik bus sekali jalan itu 1 jam.

Informasi yg gua dpt dari http://www.newlantaobus.com

Dibanding harga tour di Klook yang harganya ratusan ribu Rupiah per kepala, harga tiket bus regular ini hanya HKD 17.2/orang untuk dewasa dan untuk anak-anak dibawah 12 tahun hanya setengahnya saja. Cuma agak aneh aja sih bus dengan rute yang lumayan jauh ini nerima penumpang lebih dari kapasitas tempat duduk, jadi ada yang berdiri selama perjalanan 1 jam Tung Chung-Ngong Ping dengan harga yang sama. I dont understand kenapa mereka ga nunggu bus berikutnya aja, toh waktu kemarin Cable Car maintenance itu jumlah bus yang beroperasi lebih banyak, waktu tunggu dari satu bus ke bus selanjutnya pun ga terlalu lama. Tolerable. Kalau ga tolerable sih gua udah nyerah dari awal karena antriannya panjaaaang.

Antrian bus menuju Ngong Ping

Ketika lagi antri, koko kembali terlihat sayu matanya dan dia berkali-kali bilang cape. Gua udah contemplating apa iya balik aja ke hotel and call it a day? Andai pak su bersuara oke kita balik aja ke hotel, pasti kita udah balik ke hotel, tapi pak su juga rasanya sayang melewati Ngong Ping dan dia feelingnya lebih kuat, koko juga masih bisa fight, jadi kita teruskan perjalanan ini sambil terus berdoa dalam hati supaya semua dilancarkan.

Situasi di dalam bus

Kita dapet bangku di barisan belakang bus, khawatir lagi kalo anak-anak bakal mabok darat, gua sendiri pun takut bakal pusing. Untungnya ga lama setelah bus jalan, koko bisa bobo. Gua merasa sedikit mabok campur ngeri-ngeri sedap karena rutenya macam naik turun belok belok di jalanan super sempit dan sopir bus nya rada ngebut.

Sampe di tujuan persis 1 jam. Hawa langsung berubah cukup drastis, karena udah didataran tinggi jadi banyak kabut dan udaranya jauh lebih dingin. Unfortunately, suhu badan koko mulai naik lagi dan gua lupa bawa obat. Jadi pas baru sampe, kita malah coba cari obat disana yang berakhir nihil.

Disini banyak anjing berkeliaran. Kynya sih semua jinak-jinak.

Kita decided untuk makan dulu sebelum jalan ke Tian Tan Buddha. Di Ngong Ping Village ada beberapa restoran, ada Starbucks juga disana. Harga restorannya lebih mahal dari di kota, ya wajar lah ya namanya juga tempat wisata. Kita random pick aja restorannya setelah liat menu yang ada di depan resto, yang penting ada sesuatu yang kira-kira bisa dimakan anak-anak.

Habis makan, kita baru jalan balik ke arah Tian Tan Buddha. Si koko yang udah lumayan turun suhu badannya, ngambeg-ngambeg donk ga mau ke Tian Tan Buddha dan mau naik bus pulang aja. Ya amplooopp, masa 1 jam kemari numpang makan doank abis itu pulang? ๐Ÿคฃ Pas udah sampe di gerbang Tian Tan Buddha yang ada banyak tangga itu, koko masih juga ngambeg ga mau masuk. Sedangkan dedenya semangat 45 mau naik tangga. Jadi gua ama si dede naik duluan, pak su urusin si koko yang ngambeg.

Ngambeg

Gua ga tau ya ada berapa anak tangga disana, bisa digoogling sendiri mungkin, tapi yang jelas gua kudu 3x berhenti dan paha gua menegang ๐Ÿคฃ. Mana si dede misuh-misuh kalo disuruh berhenti sebentar, die lupa emaknya udah tua. Udah setengah jalan, gua baru ngeh nih kayanya kalau naik harusnya di tangga sebelah kanan, dan sebelah kiri buat yang turun. Lah meneketehe ya tulisannya kecil banget gitu disisi tangga doank ya ga kebaca kalo orang pandangannya lurus kedepan. Dan banyak juga yang naik di tangga sebelah kiri jadi gua ikutin aja. Monmaap aja dah ketauan orang Jakarta-nya ya. ๐Ÿ˜…

Liat tuh semangat amat si bocil naik tangga sambil megangin tas keramat isi mainannya.

Sampe diujung tangga, ambil napas senen kemis ngos-ngosan. Coba masuk ke dalam area bawah patung yang ternyata ada tempat taroh abu *oops*. Lalu kalau mau naik keatas lagi yang katanya ada tempat makan, harus pake tiket yang mana bayarnya itu dibawah, sebelum naik tangga. Jadi kalau ada yang minat untuk naik lagi lebih keatas dan makan jangan lupa beli tiket dulu sebelum naik ya. Gua udah baca sih pas di bawah dan emang ga berniat makan jadinya ga beli tiket.

Koko akhirnya ikut naik ama bapaknya karena diboongin ama bapaknya klo mau pulang harus naik dulu liat bus nya dari atas udah dateng apa belom ๐Ÿคฃ. Di atas kita cuma sebentar liat-liat pemandangan lalu turun lagi. Jangan dikira turun lebih mudah dari naik ya, karena sesungguhnya pas turun kaki mulai bergetar, tremor, salah-salah bisa jatoh loh. Gua liat ada beberapa orang yang turunnya mundur, macam pembawa bendera klo turun tangga abis hadap presiden gitu loh. Entah ya apa lebih mudah apa gimana, tapi logika mungkin turun mundur itu meminimalkan resiko jatoh ke depan. Ga lucu banget kalo jatoh guling-guling ke depan sih.

Pemandangan dari atas. Siap2 mau turun.

Habis dari Tian Tan Buddha kita duduk-duduk di deket Ngong Ping Piazza. Di deket sana juga ada Po Lin Monastery, semacem wihara tempat sembahyang. Kebetulan hari itu Cap Go, jadi pak su emang udah niat mau sembahyang disana. It is like his must-do thing when travelling anyway despite Cap Go or not, selalu mencoba cari wihara atau klenteng dan sembahyang disana kalau ketemu. Habis dia selesai sembahyang, gantian gua yang disuruh masuk sembahyang dan dia jagain bocah.

Penampakan Tian Tan Buddha dari Ngong Ping Piazza. Spot paling bagus nih buat foto makanya rame bener.
Bagian luar
Bagian dalam. Di dalam gedung itu lagi ada kebaktian jadi ga boleh masuk atau foto. Sebenernya di dalamnya ada 1000 patung buddha kecil-kecil gitu di sekeliling dinding.

Jadi disini tempatnya kaya palace gitu, masuk ke dalam dan ada halaman luas terus ada bangunan-bangunan lagi di segala sisi. Tiap bangunannya ada tempat untuk sembahyang. Mungkin harusnya ada artinya sih sisi sebelah kiri apa, sebelah kanan apa tapi ku tak mengerti.

Selesai sembahyang kita jalan balik ke Ngong Ping Village untuk cari bus pulang. Mamaaamiaaa ternyata antriannya ga kalah panjang dari pas pergi dan disini tempat antrinya tidak ter-sheltered. Untungnya cuaca ga panas dan ga ujan juga. Mana tiba-tiba ada turis Perancis emak anak berusaha nyelak antrian pas gua lagi ngaso duduk, ganti shift antri ama pak su. Tadinya di belakang gua rombongan turis Cina, tiba-tiba si turis Perancis udah nyelak pas di belakang gua dan rombongan Cina nya ga ada yang berani negor. Karena dia adanya di belakang gua, jadinya bodo amat juga sih. Hahaha. Kalo dia ada di depan gua mungkin gua bisa tegor. Gilelu ndro, orang cape2 antri dari ujung, situ jelas-jelas baru dateng maen nyelak aja.

Antrian yang mau naik bus

Lagi-lagi dapet bangku di barisan belakang tapi kali ini ga ada yang berdiri dan kayanya bus nya lebih bagus daripada bus pas pergi tadi, yang ini lebih nyaman. Koko dan dede juga sempet bobo lagi pas perjalanan pulang. As usual ya kalau jalan pulang tuh entah kenapa berasanya lebih cepet daripada pas pergi walaupun pas liat jam ya sama aja sih 1 jam perjalanan.

Balik ke hotel masih sore, anak-anak dan pak su istirahat. Gua masih niat jalan-jalan, tujuan awalnya niat open PO tapi turned out gua ga bakat buka jastip begini kalo sebelumnya belum pernah berkunjung dan ga ikrib sama barang-barangnya. Jadi keder sendiri. Di Sasa yang katanya surga wanita pun akhirnya gua cuma beli eyeliner Heroine Make. Mau beli sheetmask ternyata disana ga jual eceran, jualnya sedus per tipe. Ya tongpes daku kalau beli semua. Hahaha.

Di supermarket pun bingung apa yang mau di open PO. Kebetulan supermarket deket hotel gua kayanya premium punya jadi snack-snacknya juga kaya snack import dan harganya lumayan mahal. Yasudahlah akhirnya beli beberapa aja buat oleh-oleh. Paling banyak sih beli Nissin noodles ๐Ÿคฃ. Murah meriah micin enak.

Ga ada cerita cari makan malem lagi lah ya. Udah lupa juga sih makan malem apa di hari ketiga ini. Cuma inget ada beli babi panggang di supermarket.

Demikianlah hari ketiga di HK. Besok kita bakal pindah hotel ke area Causeway Bay. Stay tuned.

Hong Kong trip – Day 2 (DISNEYLAND !)

Rabu, 20 Maret 2019

Today’s destination is the HIGHLIGHT of this trip, makanya dibuat itinerary kesini 1 hari setelah sampai biar energinya masih banyak dan masih excited pol. It is Disneyland timeeee !!

images (4)

ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  ย  Source : Klook

Kita kayanya jam 7.30 gitu baru kebangun. Tumben banget biasanya gua kalau lagi liburan berubah jadi morning person yang bangun jam 5.30-6.00. Tapi kali ini agak bablas, mungkin karena efek beda 1 jam ama Jakarta jadi jam 7 pagi pun di Hong Kong masih agak gelap belom terang banget.

Bapake ngiter cari sarapan dan pulang dengan hasil belanjaan dari 7-11 saja (roti & cup noodles) sambil bilang “bingung” ๐Ÿ˜…, lalu ganti shift sama gua buat ngiter cari makanan lagi. Gua berhasil beli siomay isi 8 pcs seharga HKD 34 (untung enak) dan juga belanjaan 7-11 juga (another roti, kue & orange juice). Wahahaha. Masih kita bawa ketawa aja nih petualangan cari sarapan di Hong Kong pagi ini.

Berangkat dari hotel udah jam 10 lewat, pertama kali naik MTR di Hong Kong. Karena sebelumnya udah pernah naik MRT di Singapore, anak-anak harusnya udah ga gitu norak ya, tapi ternyata masih norak juga karena pintunya masih sistem yang puteran besi gitu, bukan sistem buka tutup otomatis kaya di Singapore. Ada beberapa station yang otomatis tapi banyak juga yang masih puteran besi. Bocil kalo liat yang bisa diputer kan dia kira mainan ya, abis nge-tap kartu dia bukannya lewat malah mau muterin besinya terus ๐Ÿคฃ. Terimalah tatapan sinis uncle-uncle penjaga pintu dengan lapang dada ya, mak.

Di HK masih banyak yang kaya gini modelnya
Kalau di SG kan kayanya semuanya model begini ya sama yg buka ke depan khusus wheelchair/stroller gitu. Di HK ada model begini tapi belom semua.

Dari MTR Tung Chung Station cuma beda 1 station ke MTR Sunny Bay. Semacam naik kereta biasa karena naik keatas ada pemandangan laut atau bukit, ga cuma tembok. Kemudian dari Sunny Bay, pindah kereta ke Disneyland Resort Line.

Disneyland Resort Line ini yang keretanya udah bertema Disney. Jadi pas liat keretanya dateng, Kenny udah heboh “Mickeeeyyyyy” karena dia liat jendelanya bentuk kepala Mickey. Masuk ke dalam juga pegangan rail-nya berbentuk kepala Mickey. Kursi juga beda lah ya ama MTR biasa, semacam mulai merasakan atmosfir kebahagiaan gitu loh *lebaay tapi bener*.

Source : hulutrip.com

Sampai di Disneyland Resort station, disambut dengan pemandangan yang unik, bentuk stationnya jelas beda dari yang lain. Classic style, banyak tangga, ornamen-ornamen kaya lampu, jam besar seakan-akan kita mau menuju ke dunia magic.

Source : Maaya Legaspi
Source : http://www.disneyphotoblography.com
Source : my own phone gallery ๐Ÿ˜‚
Maap ya kalau banyak foto nyomot punya orang lain karena emang ga setiap hal gua sempet fotoin, tapi mau kasih liat visualnya ke pembaca biar lebih lengkap. Harap maklum.

Keluar dari station kita melipir dulu buat buka dua stroller yang kita jinjing dari hotel. Bocah pun langsung duduk di stroller masing-masing. First stop to take a picture is of course at Hong Kong Disneyland Resort’s welcome gate.

Ada cerita di balik foto diatas. Jadi awalnya demi foto berempat, gua sampe jongkok didepan stroller anak-anak buat selfie, tapi abis beberapa kali take ga ada yang bagus hasilnya. Kita juga ga bawa mini tripod takut ga diperbolehkan (ternyata boleh kalo tripod). Lalu tiba-tiba ada satu perempuan turis China nyamperin dan ngomong mandarin ke kita “ๆˆ‘ๅธฎไฝ ไปฌๆ‹,ไฝ ไปฌๅธฎๆˆ‘ๆ‹๏ผŒๅฅฝไธๅฅฝ?”, yang bahasa gaulnya “gua bantu lu foto, lu bantu gua foto, okuurr?”. Untung gua ngarti mandarin dikit-dikit guys ๐Ÿคฃ, gua langsung okay okay lah.

Terus jalan ke arah dalam ketemu kolam air mancur yang ada patung Mickey surfing diatas ikan paus itu. Kalau udah liat air mancur siapa yang excited??? Yakkk, tentu saja si bocil. Lagi-lagi doi enggan beranjak dari sana.

Jalan lagi sampe area pemeriksaan barang, tas gua sih aman lah ga bawa apa-apa. Tas suami ada bawa botol air dan snack buat bocah, tapi semuanya lolos. Lanjut ke pintu masuk yang sebenarnya, gua keluarin print out e-ticket yang dibeli lewat Klook dan staff-nya langsung scan di pintu masuk. Ga pake antri lama karena pintu masuknya banyak.

Bertemulah dengan another icon of HK Disneyland, si kepala Mickey yang dibentuk dari bunga dan rumput. Disini anak-anak mulai bawel karena ngga mau stop buat foto. Tapi masa udah disana ga ada foto yekan. Jadinya foto-fotonya ga ada yang bener, muka pada asem tuh bocah ๐Ÿ˜‘.

Source : laughingplace.com

Baru masuk sedikit kedalem, sesaat setelah gua ambil map biar ga buta arah didalem, eh si bocah gede liat mesin bubble bentuk kepala Mickey yang dari area luar juga udah dipajang aja gitu dan setiap beberapa meter ada stand jualannya. Bawel lah dia minta dibeliin, lalu suami tanya harganya…..HKD 138 SAJA. Berapaaa hayooo kalau dirupiahkan? Keluarkan kalkulator masing-masing. Jangan lupa dikali 2 ya, karena yang malak ada 2 anak ๐Ÿ˜….

Dipajang jelas-jelas begini loh, jelas anak tertarik ya.
Di stand begini juga harganya sama aja kaya di store. Topi aja hampir HKD 200 kalo ga salah inget.

Tadinya berhasil lewatin 1 stand tapi ga lama jalan ada lagi ๐Ÿ˜…, anak makin ngerengek. Waw, daripada hari bahagia rusak karena anak ngambeg, lebih baik bapake keluar kocek. There goes the money *kaching*. First purchase inside Disneyland and it hurts the pocket already. ๐Ÿคฃ

Tersangka 1 dan tersangka 2

Di deket tempat beli bubble ini ada 1 gazebo di tengah-tengah lagi rame banget orang antri. Ternyata di dalem ada Mickey sama Minnie dan yang mau foto bareng silahkan antri. ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ Percaya ga percaya gua ga ada foto sama karakter Disney apapun disana. Padahal ada liat Goofy and Pluto, Chip and Dale, Winnie the Pooh juga tapi ya antri itu loh yang ga mungkin gua lakukan ketika ada 2 bocah yang harus dientertain secara kontinu. Gapapa deh ya demi anak.

Lanjut jalan menyusuri Main Street, tempat dimana toko souvenir, resto/cafe berada. Gua ga masuk ke tokonya sih karena takut makan waktu cukup lama. Hahaha. Dan di depan ada pemandangan yang cukup menyakitkan hati, Sleeping Beauty’s Castle is still under renovation after more than 1 year, which means no firework either.

Ini udah dikasihtau sama Epoi pas dia kesana bulan November 2018. Gua berharap Maret 2019 sudah selesai, tapi ya belom kelar juga. Malah makin banyak yang ikutan under renovation or simply closed down. Termasuk Disney Railroad !!! Tapi kok harga tiketnya ga diskon? *dasar cenes*.

Ga terasa udah mau jam makan siang dan kita inget si bocil belum terlalu isi perut dari pagi, takut dia masuk angin jadinya kita cari tempat makan. Tadinya nyari Royal Banquet yang menurut review pilihan makanannya lebih banyak, tapi kita malah nyantol di Clopin’s Festival of Foods, tempat makan pertama yang kita lihat. Lokasi sebenernya sama-sama ada di Area Fantasyland, tapi yasudahlah seketemunya aja daripada bolak balik, yang penting kira-kira ada menu yang bisa dimakan sama si bocil.

Source : DisneyPhotoblography.com

Di Clopin’s ada 3 counter : BBQ, Noodles, and Wok-fried, dimana masing-masing counter ada 3 pilihan menu + 1 kid’s meal. Nah kalo ada yang beli tiket Disneyland di Klook yang plus meal voucher untuk anak-anak, bisa ditukerinnya di menu kid’s meal kaya gini. Menu lengkapnya bisa dilihat dibawah ini nih.

Kita beli kid’s meal-nya
Beli nomor 3
Beli nomor 1

Gimana harganya? MANNTHHUUULL YAAAA.. ๐Ÿ˜‚. Menu diatas sebenernya ada loh di website officialnya Hong Kong Disneyland, tapi gua ga explore sejauh itu, ketemunya pas lagi nulis post ini. Huhahahaha. Jadi pas beli makanan itu, hamba cukup kaget dengan harganya. Soalnya kalau liat harga makanan di HK biasa sekitaran HKD 20-30, walaupun udah 2x lipat ya sekitar HKD 60 lah perkiraan, tapi ternyata kid’s meal aja HKD 95. #menangissambiltertawa

Ini yang BBQ Pork and Chicken Leg with Rice
Fried salt and pepper pork chop noodle soup combo

Kid’s meal-nya ga sempet difotoin karena langsung kasih makan bocah, yang ternyata belum berhasil juga kasih makan bocil. Dia malah seru mainin bubble, mak nya waswas bubble mengganggu orang yang lagi makan akhirnya biarin aja dia jalan sendiri ke posisi agak luar sambil mainin bubblenya.

Abis kelar makan siang, kita jalan ke It’s a Small World a.k.a Istana Boneka versi leveled up. Naik yang woles woles dulu sembari nunggu perut mencerna makanan.

Ini gabungan video yang sempet diambil/diupload ke IG stories. Harap maklum seadanya. ๐Ÿ˜…

Habis dari sini lalu kita ke The Many Adventures of Winnie the Pooh, masih ride yang woles-woles dan tentunya kids appropriate. Antriannya cukup panjang nih disini tapi majunya cepet. Gua bersyukur anak-anak bisa ikut antri dan ga terlalu rewel. Sebenernya ride ini bisa pakai fast track, tapi kan kalau fast track kita harus ikutin jadwal boleh masuknya jam berapa sedangkan kita udah lagi ada disana jadi yaudah deh antri aja. Sekalian latih anak-anak kesabaran, eh mama papanya juga sih. Hahaha

Oh iya, jadi kalau kita mau naik ride kaya gini, stroller kan kita parkir di area parkir stroller, pas scan tiket masuk itu kita ada dikasih kertas panjang gitu yang gunanya untuk digantung di stroller, semacem stroller tag.

Source : Smithankyou
Ini bagian yang kita simpen

Ada nomor serinya dan ada bagian yang bisa disobek untuk kita simpen, jadi kalau kita mau ambil stroller, seharusnya ada petugas yang periksa nomor seri yg ada di stroller tag dan yang kita bawa tuh cocok ga. Tujuannya sih biar ga ada yang salah ambil (terutama stroller yang sewa disana karena bentuk sama semua kan) atau amit-amit nyolong stroller, tapi pada prakteknya ga ada petugas yang ngecek-in gituan. Jadi itu stroller tag engga berguna sebenernya. Atau mungkin berguna kalau ada special case tertentu ya, i’m not sure.

Abis dari Winnie The Pooh ride kita memutuskan untuk jalan ke arah Toy Story Land (TS) – Mystic Point (MP) – Grizzly Gulch (GG) – Adventure Land (AL) (area sebelah kiri map yg warna oranye (TS), ungu (MP), yg ada kaya kayu-kayu (GG) dan yg ada kaya pohon dikelilingin air (AL)) dan kembali ke area tengah (Fantasyland – yg ada carousel). Sebenernya bisa juga muternya dari Adventure Land dulu, sama aja terserah pilihan masing-masing tapi karena Toy Story Land terlihat lebih menarik jadi kita kesana dulu.

Sayangnya anak gua ga nonton Toy Story ya jadi pas disana ga hyped gimana gitu, coba ada tema Paw Patrol, wuiiiiihh pasti girang maksimal *mengadu domba Disney dan Nickelodeon*.

Source : Klook

Pas ditawarin mau naik ride Slinky Dog apa ngga karena keliatannya seru dan bisa buat anak-anak, bocah menolak mentah-mentah. Jam mulai ngantuk dan crankyness sepertinya dimulai saudara-saudara.

Slinky Dog Spin. Cuma muter muter naik turun. Mengingatkan gua akan piring terbang di Dufan tapi versi lebih slow dan lebih menarik bentuknya
Source : Luxe Recess
Hanya sedikit excited pas liat puzzle alphabet raksasa ini.

Jadi kita cuma asal lewat di Toy Story Land dan emang lagi berasa panas-panasnya. Cuaca disana panas berangin, btw. Ya kaya Lembang dikala siang lah kira-kira. Lanjut lewatin Mystic Point. Entah apa gua yang missed (almost) everything, tapi sungguh gua ga mengingat melihat apa-apa di area ini kecuali Mystic Manor. Apakah ini sebuah mistis???

Keren sih exteriornya dan setelah gua googling ini kita kaya bisa ke dalem entah lewat mana dan ada ride nya juga. Tapi ya spooky spooky gitu sih. Ga memungkinkan juga bawa anak2 kesini.

Lanjut masuk ke area Grizzly Gulch yang konon katanya rollercoaster ride-nya paling asik. Dan emang pas liat tuh kayanya seru beud. Tapiiiiiii…apa daya sayangnya gua ga berkesempatan nyobain karena timingnya pas bocah lagi pada cranky terutama bocil.

Big Grizzly Mountain Runaway Mine Cars
Source : Wikipedia
Aaarrghh…pengen cobaaaaa
Source : pinterest

Grizzly Gulch temanya kaya Wild Wild West gitu. Kaya area pertambangan, koboi, gersang tapi surprisingly area ini yang paling banyak basah-basahannya. Trus ternyata pas malem jadi bagus donk karena lampu-lampunya. Hiks pas malem gua cuma balik sebatas Toy Story Land.

Source : Disneyparks.disney.go.com
Source : Disneyphotoblography

Lanjut jalan terus ke Adventure Land, akhirnya satu bocah nap juga di stroller. Bocah satu lagi masih ON. Adventure Land ini temanya macam jungle, banyak pohon-pohon dan ada sungai buatan yang mengelilingi tree house yang mana adalah punyanya Tarzan. Disinilah seorang mamak memutuskan untuk lurusin kaki di kursi kosong terdekat bersama bocil yang lagi tidur di stroller, sementara bocah gede dan bapaknya pergi naik ‘getek’ nyebrang ke rumah Tarzan.

Ke rumah Tarzan kudu nyebrang naik getek kaya gini.
Source : Travel Hongkong Attractions
Rumah Tarzan from where i sat

Have no idea what’s in there tapi kata suami ya kita kelilingin aja itu rumah Tarzan. Di dalemnya kaya banyak barang didisplay ga beraturan yang mungkin propertinya Tarzan ya. Karena bukan penggemar Tarzan jadi ga ngerti kali ya, kalau fans nya Tarzan mungkin ngerti semacam “oh ini kan anunya Tarzan yang pas adegan dia ini ono anu loh”. Sedangkan kita taunya Tarzan tuh auuuuuwooooo doank. ๐Ÿคฃ *no hard feeling, Zan*

Pas lagi nunggu bocah gede dan bapake balik, musik disekitar gua tuh kaya diputer lebih kenceng gitu loh. Tapi gua ga ngeh kalau itu tanda-tanda akan terjadi sesuatu. Eh pas ngeh-ngehnya, rombongan Moana lewat donk depan gua persis tanpa halangan orang-orang. Moana bahkan lambai-lambai ke gua dan senyum dengan ramahnya khas Princess Disney dan gua walau jujur belom nonton Moana otomatis lambai balik gitu girang kaya anak kecil. Baru mau foto eh mereka masuk ke pintu khusus crew yang ga jauh dari tempat gua duduk. Jiaaaah ternyata disana itu panggung show-nya si Moana.

Moana Homecoming Celebration Show
Source : Disney.fandom.com

Setelah bapake dan bocah gede kembali, ganti shift bapake yang lurusin kaki jagain bocil, dan gua yang ajak bocah gede naik ride selanjutnya. Nah, di sungai yang mengelilingi rumah pohon Tarzan itu ternyata dijadiin another ride, namanya Jungle River Cruise. Naik perahu rame-rame dengan pengunjung lain dipimpin oleh seorang guide yang nyetir perahunya juga.

Disini line antrian terbagi jadi tiga nih, untung gua liat pas sebelum masuk ya, soalnya di dalam antrian ga bisa pindah-pindah jalur lagi. Jadi kalau kita mau dapet guide berbahasa Inggris, masuklah di line antrian guide berbahasa Inggris. Dua lainnya adalah bahasa Mandarin dan Cantonese.

Karena satu perahu bisa menampung lumayan banyak orang jadi kita antri juga ga begitu lama. Actually gua merasa semua ride yang kita coba di Disneyland ini walau antri tapi sistematis, teratur dan waiting time-nya ga terlalu lama. Atau mungkin kebetulan juga gua kesana di hari yang bisa dibilang tidak begitu ramai. *yaowo gimana kalo kategori ramai ya*.

Naik perahu. Dapet spot di belakang perahu

Pas baru mulai jalan perahunya, guide kita tiba-tiba kasih warning, “Be careful, you might get wet”. Gua yang langsung waspada donk karena males gitu basah gara2 naik ginian doank, mana gua pake baju putih. Hahahaha. Tapi ternyata ga kena basah sama sekali kok.

Source : hongkongdisneyland.com

Bocah gede happy banget naik ini. Walau cuma binatang2 buatan yang digerakkan mesin tapi itu seperti dunia baru buat dia. Sumringah banget lah pokoknya. Liat anak gajah mandi di bawah air terjun, liat orang-orang manjat pohon dikejar badak, liat hippo dan buaya yang tiba-tiba muncul dari dalam air, dan gong-nya adalah di bagian akhir dimana perahu berhenti deket area bebatuan yang ternyata adalah volcano. Keluar api beneran loh, dari perahu aja berasa hangat. Bocah amazed banget bilang, “it is hooot !” ๐Ÿ˜‚ Kemudian selesai sudah ride satu puteran ini.

Source : flickriver
Apinya ga segini doank guys,
tapi banyak kiri kanan atas bawah.
Source : jetsetenterprises.com

Balik ke tempat bapake dan bocil nunggu, ternyata si bocil udah bangun. Kita lanjut jalan lagi dan udah balik lagi ke area tengah a.k.a Fantasyland. Toilet break sebentar lalu mencoba feeding the little boss, syukurlah doi mau makan juga akhirnya. Meanwhile, bocah gede dan bapake naik carousel. Abis itu, kita kemudian iseng masuk ke dalam Fairytale Forest.

Fairytale Forest ini sebenernya cewek banget, but i guess being in Disneyland eliminate gender and age differences ga sih ๐Ÿคฃ. Di dalam sini tuh ada miniatur istana-istana Princess Disney dibagi-bagi per area dan setiap istana ada parts yang bergerak gitu.

Dan si bocah gede demen banget puter-puterin knob yang ada di setiap diorama. Gua ga yakin kalo knob itu connect ke dioramanya sih, apa dengan diputer jadi yang ada di diorama itu bergerak atau keluar musiknya atau apa. Karena musik ada terus dan detil di dioramanya juga gerak terus. Tapi bocah kayanya kira itu bergerak karena dia yang puter, jadi dia maunya muterin terus. Dia bahkan ajak gua balik kesini lagi untuk kedua kalinya cuma buat puter-puterin knob doank ๐Ÿ˜‚.

Setiap area ada kaya themed frame gini buat foto-foto
Beauty and the Beast castle
Pixie Hollow (rumahnya Tinkerbell) nyempil diantara istana-istana. Kalau timingnya pas, bisa foto sama Tinkerbell disini.

Lanjut kita agak ke depan, area yang terlewatkan yaitu Tomorrowland, kalau disini ya jelas temanya futuristik/high technology gitu. Tujuan utama ke area ini, gua mau cobain naik Hyperspace Mountain. Ini tuh indoor rollercoaster yang katanya kudu wajib ga boleh engga dicoba ceunah. Lalu karena mengira ini ride favorit dan takut antrian di dalam panjang (dari luar ga keliatan dan gua lupa perhatiin waiting time-nya), gua mencoba pake fast track donk. Dapet jadwalnya sekitar 1 jam kemudian.

Gua sama sekali ga inget ada yang namanya single rider (sekarang istilahnya jadi Rider Switch) yang mana sebenernya lebih cocok buat gua dan suami kalau mau main gantian. Wong inget ada fast track aja setelah baca tulisannya di map “you can use fast track blablabla…”. Next visit maybe ya. #eeeaaaaa #udahngodelagiajabu

Sambil nunggu jadwal fast track, gua ajak bocah gede naik Orbitron. Ini ya sebenernya mirip2 Dumbo a.k.a Gajah Bleduk yang naik turun tapi model ride nya aja kaya planet gitu.

Disini sebelum dapet giliran naik, kita dibagi kartu bernomor yang nantinya harus kita ikutin tuh. Kalau misal dapet nomor 5 ya kita duduknya nanti di tempat duduk nomor 5. Ga boleh sembarangan pilih tempat. Nanti sebelum mulai, crew-nya keliling ambil kartunya.

Sayangnya naik ini berasanya sebentar banget. Gua baru keluarin hp dari kantong, mau nyalain camera buat foto eh udah selesai aja. ๐Ÿคฃ Sampe suami pun komentar lah kok bentar amat. Mungkin cuma 5x puteran. Hahaha. Jadi kalau waiting time-nya lama, jadi berasa ga setimpal deh naik ini.

Lalu kita masuk ke Stark Expo. Pas gua disana, sungguh gua mengira ini hanya sebuah toko souvenir jual barang-barang Iron Man-related because that’s what it looked like from the outside. Little did I know ternyata (setelah mencoba googling images and videos) di sebelahnya ada another ride, Iron Man Experience, dan toko souvenir ini mungkin pintu keluarnya (seperti kebanyakkan ride lain yang pas keluar langsung toko souvenir). Anehnya gua sama suami sama-sama ga liat si Iron Man Experience ini, ga inget juga apa mungkin area itu closed down apa begimana.

Anyway, di Stark Expo ini bocah gede cobain Become Iron Man. Doi rela antri lumayan lama loh demi ini karena harus nunggu giliran satu per satu.

Lalu tiba saatnya gua cobain Hyperspace Mountain. Dan jejjeejeenngg pas di dalem ternyata antriannya pendek donk. Ngapain cuy pake fast track malah nunggu jam giliran-nya jadi lebih lama *noobs*. Udah gitu pas keluar baru ngeh waiting timenya hanya 5 menit yang mana bisa dibilang sama sekali ga ada antrian. ๐Ÿคฃ

Sepiiii

So, how was it? Good adrenaline rush tapi kapal oleng kakakkkk. Umur emang ga bisa boong ya. Dulu mau naik apa juga gua ga pake pusing. Naik ini berasa goyang udahannya. Hahahaha. Mana sebelah gua anak kecil umur 7 tahun dan dia bilang dia ga takut karena udah beberapa kali naik. Pas mulai jalan kenceng rollercoaster-nya, nih anak lepas tangan guys! Sementara gua disebelahnya berpegangan erat sama handle bar. Udah gitu pas liat hasil jepretan candid camera di pintu keluar, nih anak pose peace dengan senyum sumringah bagai foto biasa aja gitu. Sedangkan muke gue…..ah sudahlah.

Udah sore nih menjelang malam, kita memutuskan untuk makan dulu. Kali ini beneran makan di Royal Banquet Hall yang katanya pilihan makanannya lebih banyak.

Di dalam emang luas sih banyak banget meja dan tempat duduknya, mau duduk diluar juga ada meja. Cuma kalau untuk pilihan makanan ya ga terlalu banyak gimana juga. Kalau tadi siang ada 3 stall pilihan, disini ada 4 stall pilihan (Grill, Japan, Guang dong, International). Tapi mungkin ini karena we have one little picky eater ya jadi berasanya kok kurang beragam karena susah banget cari makanan yang kira-kira dia doyan ๐Ÿ˜ญ.

Reminds me of Hogwarts Great Hall
Btw, itu staff yang lagi beresin piring asli berisik banget banting2 piring kaya lagi pelampiasan emosi.

Bener aja donk dia ga mau makan lagi *sigh*. Alhasil kita keluarkan tempat bekal kosong dan take away sendiri. Tunggu bos cilik kelaperan baru deh dia mau makan.

Tadinya rencana abis makan kita mau nonton Mickey and Wondrous Book. Pertama kali lewat kita ga gitu tertarik karena mikir show kaya gini anak2 pasti ga betah. Tapi pas kita keluar dari It’s a Small World, liat pengunjung yang baru keluar dari Mickey and The Wondrous Book ini ruuuaaaame banget trus stroller yang parkir di depannya tuh buaaaanyyaaak banget, kita jadi penasaran.

Tapi emang dasar noobs ya, kita ga gitu pay attention sama jam-jam mulai show nya. Jadi kita kaya udah 2x lewat dan terlambat 5-10 menit gitu, disana kalau udah terlambat yaudah ga ada kata nyusul, harus ikut show jam berikutnya. Kita udah liat nih tinggal last show yang tersisa. Kita ingetin jam berapa biar ga terlambat, tapi sedih banget macam ga jodoh pas kita balik kesana, crew-nya udah pegang papan bertuliskan “THIS SHOW IS FULL”, padahal masih sekitar 15 menit sebelum show nya mulai. ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Source : Joanne-khoo.com
Source : disney.fanfom.com

Makin sedih pas cari images buat nulis ini dan ketemu banyak video-nya di youtube, KOK BAGUS BANGET YAAAA AMPLOOOPP. ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ Sungguh menyesal deh gua, kalau tau show nya kaya gitu mah pasti anak2 gua suka.

Tau ngga sih, pas gua bilang ama bocah gede mau ke Disneyland ketemu Mickey, yang ada di memory dia tuh waktu gua ajak dia nonton Disney on Ice, dimana dia liat real figure Mickey and friends gitu. Trus pas di Disneyland, dia ada tanya “mama, kok Mickeynya belum mulai-mulai sih?”. Dia mengharapkan liat Mickey kaya yang di Disney on Ice gitu ternyata dan harapannya pupus karena emaknya kurang getol cari informasi. Maafkan ya, nak. Next time ya, nak. #teteupkode

Move on dari situ, kita balik lagi ke tengah dan memutuskan naik Dumbo. Dari siang tuh mau ajak bocah naik Dumbo, tapi antriannya cukup panjang, liat waiting time-nya about 45 minutes, udah gitu panas juga kan. Jadinya pending terus sampe udah malem antriannya udah ga gitu panjang baru deh kita naik. Cuma gua sama bocah gede yang naik, bocil mah ditawarin naik apa juga udah ga mau. Masih belom asik nih si bocil. ๐Ÿ˜…

Source : HK disneyland website
Muka-muka lelah (tapi happy)

Break sebentar sambil gantiin baju bocah, sembari nawarin bocil makan dan berhasil. YES! Hati tenang kalau perut anak udah keisi. Lanjut kita iseng masuk ke Mickey’s PhilharMagic. Ini tuh 3D show gitu, sebelumnya udah beberapa kali lewatin tapi ga masuk, lagi-lagi karena kita pikir bocah ga bakal suka. Tapi karena kita juga nungguin night parade, daripada nunggu kelamaan mending iseng aja masuk mumpung masih buka juga ride-nya. Makin malem makin sedikit juga ride yang masih beroperasi.

Source : blog.myfatpocket.com
Pake kacamatamuka 3D
The stage

Walau judul nya Mickey’s PhilharMagic, yang jadi tokoh utama di ride ini sebenernya Donald Duck. Gua ga ngerti sih ya ceritanya karena bahasanya Cantonese, agak absurd sebenernya kalau liat dari animasinya. Awal-awal Donald Duck kaya jadi pemimpin orkestra namun kacao balao lalu tiba-tiba tornado (kasih semprotan angin ke penonton), kemudian Donald jadi tukang pel (nyembur air ke penonton), lalu nyemplung ke lautan ketemu Ariel lalu kembali ke atas panggung orkestra namun udah digantiin sama Mickey. Terakhir ada adegan Donald kaya terlempar kearah penonton trus di area kursi belakang atas keliatan pantat Donald kejepit di tembok, kakinya goyang-goyang dan ga berapa lama berhasil masuk ke dalem temboknya. Ini lucu sih endingnya.

Source : touringplans.com

Sepanjang show ini si bocil ga mau liat ke layar, cuma ngintip-ngintip sesekali doank. Nih anak emang rada takut kegelapan. Pas udah mau keluar baru dia excited. ๐Ÿ˜…

Lalu iseng lagi jalan balik ke Toys Story Land karena pengen liat lampu-lampunya kalau udah malam, ternyata B aja, cenderung spooky karena udah sepi dan rides nya udah pada ga jalan. ๐Ÿ˜…

Akhirnya kita memutuskan yaudah yuk siap-siap nunggu night parade aja, masih sekitar 45 menitan gitu deh. Ternyata udah banyak banget yang duduk manis di spot masing-masing nungguin parade. Untung kita masih dapet spot yang cukup strategis. Pas nungguin parade ini si bocah gede akhirnya bobo juga setelah skip bobo siang saking excitednya mungkin.

Gua minta ijin pak suami buat liat-liat ke toko souvenirnya sebentar. Booook ruame bukan main di dalem tokonya, sampe bingung mau jalan ke arah mana, gaduh riweuh banget gitu. Setelah melihat-lihat sekilas, scanning harga, kayanya ga ada yg bisa dibeli nih #kaummisqueen. Kaos-kaos kalau dirupiahin nyaris 500ribu, jelas kutakrela. Gantungan kunci pun satunya sekitar hampir seratus ribu. Tetiba kangen $10 for 3 store di SG ๐Ÿคฃ. Namun dengan kegigihan dan kemampuan berbelanja seorang buibuk masa kini, kuberhasil beli botol minum, magnet kulkas dan beberapa kaleng isi cookies. FYI, kantong plastik di Disneyland berbayar HKD 1 selembarnya.

Kembali ke tempat kita nunggu parade, bocah gede masih terlelap dan bocil menunggu dengan antengnya sampai parade dimulai. Si bocil bahkan lebih excited dari kokonya saat parade mulai. Dia yang lambai-lambai sambil bilang “haaaaaiiiii” setiap ada karakter yang lewat. Kokonya malah ga ada excited-excitednya, pas coba dibangunin malah jadi grumpy. Oh well kids being kids. Unpredictable creatures.

Setelah si Mickey lewat, dibelakangnya udah disusul berbondong-bondong orang yang mau keluar dan mau ga mau kita ikutan lah jalan pelan-pelan menuju pintu keluar sambil mikirin gimana ini ntar kondisi di MTR, bakal antri separah apakah karena mau ga mau semua naik dari sini dulu ke Sunny Bay station baru terpecah dua antara ke arah Hong Kong station atau Tung Chung station kan.

See you next time

Eh ternyata sepi loh guys, ga pake antri. Lebih banyak orang yang jalan menuju ke bus/taxi terminal malah. Lebih murah mungkin ya kalau ke arah kota naik bus. Apapun itu, bersyukur deh perjalanan pulang ga ada hambatan.

Di Sunny Bay stationnya pun sepi. Sampe di Tung Chung station seorang buibuk merasa lapar dan akhirnya beli McD. Dikepoin bocah gede yang liat ada gambar french fries di menu dan minta beli juga. Pas sampe hotel cek burger gua kok isinya cuma telor doank ya, emang kalo Chicken Egg Burger tuh bener telor doank? Gua kira telor ama daging ayam gitu loh. Laelaaaaaahh.

Berakhirlah perjalanan seharian di Hong Kong Disneyland, kaki gua ledes kapalan dimana-mana, betis kenceng, pinggang rentek, tapi hati senang. Ticking one of my bucket list โœ”.

Next : Ngong Ping & the beginning of unfortunate event.

Hong Kong Trip – Day 1

Selasa, 19 Maret 2019

Bangun pagi jam setengah 6 seperti biasa kaya mau ke sekolah. Pesawat jam 10.10, target berangkat dari rumah paling lambat jam setengah 8. Pas udah di taxi baru aja jalan, suami liat kertas list barang-barang dan baru ngeh sambil ngomongย “STROLLER !!”.

Akhirnya muter balik lagi buat ambil si stroller. Pas liat jam lagi, udah jam 8 lewat aja. Untung jalanan ga macet dan ga ada halangan apa-apa.

(FYI, pas mau ke SG udah di taxi baru mau jalan, inget ketinggalan backpack, kali ini ketinggalan stroller, begitulah ya kalau buru-buru dan panik, ada aja yang lupa).

Setelah drop bagasi kemudian langsung menuju gate buat nunggu. Udah agak sedikit mundur dari schedule, dari gate tempat kita nunggu kirain dari belalai langsung naik ke pesawat kan,ย eh kok ya kita dialihin jalan jauh lagi lewat dalem ke gate lain. Ya envelope, entah apa yg terjadi tapi kenapa ga ada info gitu kalo emang pindah gate. Udah gitu masih pake nunggu berdiri beberapa menit di belalai sebelum dikasih masuk ke pesawat. Pffftt….. *kesabaran diuji* *kita naik Garuda Indonesia, btw*

Formasi kita duduk di pesawat selalu 3-1. Kali ini suami yang duduk bertiga sama anak-anak, Kenny selalu take window seat dan Ian di tengah, kecuali kalau udah terbang diatas, formasi duduk bisa berubah sesuai sikon. Sebelah gua fortunately kosong 1 seat, jadi agak legaan dikit. Gua deg-degan setengah mati karena penerbangan 4.5 jam, takut anak-anak rewel. Cupu ya 4,5 jam aja takut, harap maklum anak-anak gua baru 2x naik pesawat (ke Malang dan Singapore) yang jaraknya ga gitu jauh tapi udah cukup melelahkan buat emak bapaknya. Jadi 4,5 jam itu luar biasa ๐Ÿ˜….

20190319_120205-01

Drawing pad lumayan menolong

20190319_120130-01

Tempel-tempel sticker juga lumayan menolong

So, how was the flight? It was challenging but thank goodness not that traumatic. Anak-anak sempet rewel, tapi masih dalam tahap wajar, ga sampe teriak atau nangis kejer. Pas Kenny tanya kita mau kemana, gua jawab Hong Kong, kemudian dia ngambeg dan bilang “Aku ga mau Hong Kong, mau ke Singapore aja!” ๐Ÿ˜‚. Apalagi pas dia udah berasa kok lama banget nih di pesawat, beda ama yang kemarin, dia makin bawel deh bilang mau ke Singapore aja. Little did I know maybe he already knew ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ (more on this later on).

20190319_113318-01

“Ibu mau ayam atau daging?” Saya mau cepet sampe aja, mbak.

Soal makanan di pesawat, kita udah prediksi kalau bocah ada kemungkinan ga bisa makan makanan pesawat, apalagi si bocil. Jadi kita bawa bekal dari rumah. Untung airport Soekarno-Hatta ga strict ya, masih kasih bawa makanan minuman ke dalam pesawat (entah ini sebenernya a good thing or not tapi buat yang bawa anak kaya gua, it’s a good thing).

Pas udah mulai descending, kuping mulai berasa sakit kan tuh, bocil mulai deh ada nangis dikit bilang sakit. Kemudian dia gua ajak pindah duduk di sebelah gua yang kebetulan kosong, gua pasangin headphone dan cari-cari film. Dari semua pilihan Kids Movies, dia cuma mau nonton Nella, the Princess Knight *tepok jidat*, inipun ga lama. Trus gua coba pindah ke Music dan nemu lagu-lagu Mickey Mouse. Lumayan bangggeeeettt membantu bocil teralih perhatiannya dari kupingnya yang sakit.

Setelah keluar dari pesawat menuju tempat ambil bagasi, kita sempet kaget karena distop petugas buat ditembak alat pengukur suhu badan. Cepet banget sih kaya asal lewat tapi baru kali ini ngalamin jadi agak kaget.

20190319_165044-01

Arrival hall Terminal 1. Yang diatas itu Departure hall (sotoy sih tapi kayanya bener).

Kelar ambil bagasi dan imigrasi, kita menuju Airport Express counter buat beli Octopus Card. Mirip sih kaya EZ link card-nya Singapore, tapi kalo di HK anak-anak tetep bayar rata-rata setengah harga dewasa. Untuk top up di counter minimal HKD 50 per kartu. Kalau di mesin aku tak tahu. #kuranginformatif #maaf

20190328_221022

Warna warni untuk Adult. Pink untuk Child

Dan kalau udah mau pulang kartu ini bisa direfund ya. Jadi depositnya pun balik beserta sisa saldonya, ada potongan berapa dollar gitu tapi saya lupa. #kembalikuranginformatif

20190329_141400

Atas harga Octopus Card untuk kids (deposit HKD 50, saldo HKD 20). Bawah harga untuk adult (deposit HKD 50, saldo HKD 100).

Kemudian kita cari lokasi shuttle bus-nya Novotel. Jadi dari hotel ada info mereka ada shuttle bus dari dan ke airport, plus dikasih tau cara cari lokasi shuttle bus mereka, jalannya lumayan sih ke area car park tapi it is mostly a covered walkway jadi not bad. Sampe disana kita nanya ama petugas yang berjaga dan diinfo kalau dari Novotel masih nunggu, shuttle bus nya bolak balik Airport-Hotel, 20 minutes interval.

Kok bela-belain naik shuttle bus, kan Taxi lebih convenient gausah jalan dan nunggu? Lumayan soalnya hratis walau agak menunggu, kalau naik Taxi googling-googling bisa HKD 65. Jadi bagi yang nginep di hotel sekitaran Airport, jangan lupa cek apakah mereka ada complimentary shuttle bus service from/to Airport. Kalo nginep di Kowloon/HK Island ya kayanya ga ada, rugi hotelnya karena jauh, cyin.

20190319_170239-01

Menunggu Shuttle Bus

20190319_171334-01

Di dalam shuttle bus yang isinya cuma kita dan sepasang penumpang lain.

Sampai di hotel, langsung proses check-in. Berasa orang kaya banget bayar pake cash ๐Ÿคฃ. Biaya kamar plus tax jadi HKD 3,630 (3 malam), plus deposit HKD 2,400 (mahal yak depositnya, aqupun terqejut) jadi total kubayar lunas dimuka HKD 6,000 (HKD 30-nya ngebon ๐Ÿคฃ). Sah? SAAAHHHH !

images (2)

Lobby hotel. Source : accor hotels website. Kalau di foto keliatan eskalator di tengah (agak kiri), itu eskalator yang nyambung ke Citygate Outlet Bridge.

Dapet kamar di lantai 10, paling ujung pula. 1038 tepatnya (ayo dipasang togelnya kakak). Kesan pertama adalah PINTUNYA BERAT BEUD. Kamarnya sendiri lumayan ok. Buat standar Hong Kong, rasanya ini tergolong spacious. Kamar mandi ada bathtub and hairdryer.

20190319_175755-01

20190319_175812-01

Biasa ya kalau Aina foto kamar hotel GA AKAN BISA masih dalam keadaan rapih

Di foto atas keliatan ada pintu geser kayu itu belakangnya kaca transparan bisa liat ke kamar mandi (bisa liat foto dibawah ini), anehnya kok adanya disitu, bukan di dalem kamar mandinya, jadi kalau ada yang lagi mandi dan ada yg iseng geser pintu kayunya dari luar ya tereksposlah dikau. Mana itu area mandi pula. Ku sungguh tak mengerti desainnya. Ku tau kayu ga boleh dipake di kamar mandi tapi ya kan ada alternatif lain. Kalaupun sesungguhnya bisa dikunci, mungkin kitanya aja yg norak ga tau caranya, itu tetep bisa ngintip dari sela-selanya. Terbukti dari Kenny yang ngintipin gua mandi dan gua yang ngintipin suami mandi *eh* โ˜บ

Kamar mandi pada akhirnya lupa difoto karena buru-buru mau cari makanan. Yakali na 3 malem ga sempet foto kamar mandi? Ya ga mau juga kali foto kamar mandi dalam keadaan berantakan banyak barang ya kan. Rencana mau foto pas mau check out tinggal rencana, rempes ama bawaan. Jadi ini nyomot foto dari Agoda dan website Novotel untuk my dearest readers’ viewing purpose.

Rooms-Suites-Standard-Room.jpg.

Cari perbedaan dengan foto diatas

images (1)

Bathroom kira2 kaya gini.

Setelah beberes pada kelar mandi, kita cus cari makan. Nanya sama resepsionis hotel apa ada foodcourt atau restoran di sekitar hotel, beliau kasih petunjuk ke dua arah, satu ke arah kiri dimana di lantai bawah ada resto, satu ke arah kanan atas kemudian menyusuri toko-toko branded (ini jadi macam sky bridge gitu), lalu turun lagi 3 lantai, dimana katanya ada supermarket yang juga menjual makanan. We went to the supermarket karena mau beli air mineral juga (please don’t judge me).

shoppers-at-citygate-mall.-hongkong-hk-hkig

Source : hongkongthrumyeyes. Sebenernya pengen foto sendiri tapi setiap kali mau foto, gua jiper. Kan rame tuh pada jalan 2 arah, klo gua foto takut mengganggu privasi orang2 yg lagi jalan berlawanan arah sama gua & kaya berasa ditatap terus, jadi ga pernah berhasil foto.

Nama supermarketnya Taste, kalau dilihat-lihat tuh style-nya mirip sama Hero cuma di Taste ada jual makanan mateng. Kita beli beberapa jenis, beli air mineral kemudian kembali ke hotel.

1200px-Taste_Supermarket_in_Festival_Walk_2014

Source : wikipedia

20190319_194355-01

Kiri atas punya gua; Nasi mixed veggies gitu, karena gua lagi pengen makan sayur.

Kiri tengah nasi goreng ๐Ÿท

Kiri bawah chicken rice

Kanan pork & roasted chicken rice

Harganya lumeyeen ya kakak. Tapi kalau liat porsinya jadi ga gitu mahal gimana sih, sama kaya harga makan di mall Jakarta. Rasanya sih not bad, ada rasa yang ga familiar di lidah, mungkin saus-sausnya atau entah apa. Kaya rasa asin sayuran mereka aja kayanya dari tongcai, cmiiw. Dan sayangnya ayam-ayamnya masih banyak yang mentah merah-merah dalemnya dan unfortunately di kamar ga ada microwave jadi banyak yang kita buang. Ga tau ya apa emang begitu karena mereka expect kita microwave lagi atau gimana.

Lesson learned, next time beli makanan 3 porsi aja karena kalo beli 4 bener-bener kebanyakkan dan jangan beli yg ayam.

Day 1 pun berakhir. Hahahahahhaha. Garing amat ya. But we are going to Disneyland on Day 2 !! Stay tuned.

Hong Kong trip ~ Preparation

Hallooo, Aina kembali lagi menulis di blog. Diniatin kali ini nyicil nulis sehari setelah pulang sebelum lupa karena kelamaan.

Gua pergi liburan ke Hong Kong dari tanggal 19-23 Maret 2019 kemarin. Banyak orang bilang kok sebentar banget, ya tapi menurut gua cukup lah untuk first timer dan ternyata keputusan ini tidak disesali. Penjelasannya nanti di post-post berikutnya ya.

Di post ini mau cerita soal persiapannya dulu nih. Apa aja yang gua urus dari Jakarta sebelum keberangkatan. Karena ini pertama kalinya gua dan suami ke HK dan pergi cuma berempat sama 2 bocah tanpa ada bala bantuan, jujur aja kita berdua agak deg-degan. Jadi sebisa mungkin semua dipersiapkan dengan baik.

Tiket pesawat

Untuk tiket pesawat udah dibeli dari tahun lalu pas GATF 2018. Ceritanya bisa dibaca disini. Pas beli tiket di GATF itu staff ticketing yang melayani gua bilang nanti akan diemail tiketnya, tapi sampai udah tahun 2019 itu email tak kunjung datang. Mencoba telepon ke pusat tapi selalu kelempar ke cabang. Sebenernya kantor pusat Dwidaya lumayan deket dari rumah tapi gua ga sempet-sempet kesana, akhirnya gua menyambangi kantor Dwidaya yang di Living World, Alam Sutera pas sekalian lagi jalan-jalan kesana.

Ternyata katanya pake kertas print-an yang dikasih ke gua pas beli pun gapapa asal ada kode bookingnya. Tapi gua tetep minta diemail just for the piece of mind. Dan akhirnya email diterima. Ga lupa cek ke website Garuda Indonesia-nya juga bener udah kebooking belom, just in case. *harap maklum parnoan*


Itinerary

Susun itinerary selalu jadi tugas gua setiap mau liburan. Ini penting sebelum memutuskan mau nginep di daerah mana. Di Singapore yang luas negaranya cuma segitu aja milih hotel perlu waktu lumayan lama, gimana di Hong Kong yekan. Kalo salah strategi bisa boros di waktu dan juga $$$.

Karena pergi sama bocah, kita ga bisa bikin jadwal yang super packed atau terlalu terobsesi mau kunjungin banyak tempat. Jadi itinerary kita kaya begini aja :

  • Day 1 : ga kemana-mana karena sampai hotel pasti udah malam. Paling cari makan.
  • Day 2 : Disneyland all day
  • Day 3 : Ngong Ping – Giant Buddha (balik hotel sebelum sore). Victoria peak (sore-malam)
  • Day 4 : Pindah hotel ke Macau. But then ganti rencana jadi pindah ke area kota aja. Naik ferry nyebrang from Central to Tsim Sha Tsui atau sebaliknya (tergantung jadinya nanti nginep area mana).
  • Day 5 : Checkout and head to airport walau flight jam 5 sore

Koper

Tadinya mau bawa koper sama kaya sebelumnya pas ke Singapore, 1 koper medium dan 1 koper super besar. Tapi setelah dipikir-pikir, kalau koper super besar itu kosong aja udah lumayan makan kiloan, kemarin pulang dari SG sampe 45kg+ kalo ga salah inget, sedangkan dapet bagasinya cuma 30kg per orang. Ga yakin bisa ga kiloannya digabung kan dapetnya 30kg per orang dan kita berempat, tapi ya untuk amannya mending kita limit aja 1 koper jangan lewat dari 30kg daripada harus bongkar-bongkar di airport.

Lalu diputuskan untuk minjem 1 koper besar sama koko gua (gua ga ngerti ukuran koper sih, tapi yang minjem sama koko gua lebih besar sedikit dari koper medium gua tapi ga sebesar koper gua yang satu lagi), jadi total kita bawa 3 koper (1 besar + 1 medium + 1 cabin size). Lebih repot emang bawanya karena dewasa cuma 2 orang, 1 tangan kudu gandeng anak pula kan. Tapi ya mau ga mau karena kalau cuma bawa 2 sepertinya ga cukup.


Hotel

Disana kita nginep dia 2 hotel. Sempet galau maksimal juga soal hotel, karena kita bener-bener no clue at all kan. Tanya sana sini, minta rekomendasi sana sini, googling baca-baca pengalaman orang-orang, hunting di Agoda, Booking.com, dan ga lupa Google maps (buat liat bangunan aslinya dan lingkungan sekitar), sampai akhirnya kita baca satu blog (tapi lupa alamatnya) yang cerita kalau mereka pindah dari Kowloon ke Tung Chung di hari terakhir karena pengen ke Disneyland dan bilang kalau MTR ke arah Tung Chung sepi, ga kaya yang ke arah Kowloon itu rame banget.

Kemudian gua berpikir, kalau dicocokkan dengan jam gua sampai di Hong Kong yang udah sore menjelang malam dan juga itinerary 2 hari berikutnya, nginep di area Tung Chung memang pilihan yang lebih baik, mengingat gua bawa 2 bocah. Cuma takut mereka kecapean kalau udah 4 jam lebih di pesawat kemudian harus perjalanan lumayan jauh lagi ke arah kota. Menimbang juga biaya transportasi yang mungkin lebih besar kalau kita nginep di Kowloon/HK island tapi itinerary 2 hari pertama lokasinya di Lantau Island.

Jadi hotel pertama kita tetapkan di Novotel Citygate, Tung Chung. Jaraknya deket sama airport, bisa naik complimentary shuttle bus dari airport ke hotel. Ke Disneyland cuma 1 station ke Sunny Bay lanjut ke Disneyland resort. Kalau mau ke NgongPing juga Cable Car Stationnya walking distance.

As you can see deket Airport, Disneyland, Cable Car to NgongPing

Kita dapet rate HKD 1100/malam (room only, belum tax dan deposit), tapi ini gua booking jauh-jauh hari banget, bulan Juni 2018 tepatnya. Hahaha. Pas udah deket-deket, cek harga room-nya udah hampir 2 kali lipat. Hotel ini connected sama Citygate Outlets, mall barang branded dengan harga miring (katanya, gua sih ga ngecek, ga tau harga pasar juga soalnya. Haha). Bagi yang suka belanja barang branded, mungkin stay di hotel ini bagaikan surga. Kalau gua mah numpang lewat aja. ๐Ÿ˜†

Hotel kedua awalnya booking di Venetian, Macau, karena emang itinerary tuh mau berkunjung juga ke Macau. Tapi setelah pulang dari Singapore, suami jiper bok! Hahaha. Dia mikir gimana caranya pindah hotel naik ferry ke Macau bawa-bawa koper dan 2 bocah. Gua lebih mikirin dari Macau ke HKIA takut jadwal meleset, telat, matilah. Jadi bookingan di Venetian pun dicancel. Padahal udah sampe ngerepotin Ci Selvi nanyain ama petugas bandara bener bisa ga dari Macau naik ferry langsung ke SkyPier HKIA dan langsung check in dan katanya bisa.

PR lagi cari pindahan hotel karena kalau mau tambah 1 malem lagi di Novotel harga udah ga masuk budget. Kita pun pengen coba nginep area kota kan. Ada naksir 1 hotel namanya Hotel Panorama di deket Tsim Sha Tsui agak kanan dikit, tapi room rate yang masuk budget kita itu yang ga bisa dicancel. Bedanya dengan yang bisa dicancel itu 3x lipat. Suami bilang kita cari alternatif lain sambil cek terus siapa tau nanti udah deket-deket rate nya masih segitu. *kita tuh trying to stick on budget ya, bukan kismin* ๐Ÿคฃ

Setelah hunting lagi sambil nungguin apakah kita jodoh sama si Panorama, akhirnya kita malah booking di Causeway Corner, Causeway Bay. Soalnya si Panorama harganya makin deket juga makin mahal, sedangkan gua udah ketar ketir juga donk kalau belom dapet hotel pindahan. Akhirnya suami yang memutuskan lah, karena emang kalo soal hotel dia yang lebih bawel.

Setelah gua cek lagi bookingannya, ternyata rate nya HKD 1,900-an donk. OMG. Jauh lebih mahal daripada Novotel, ya tapi mau gimana ya kita booking kayanya udah less than a month sebelum pergi jadi harga juga naik terus. Even yang model hostel/guest house gitu juga rata-rata udah HKD 1,000-an. Dibawah HKD 1,000 ada sih beberapa tapi kalau bawa anak cari yg nyaman dan cukup luas itu penting bagi kita. Disesuaikan preferensi masing-masih deh ya kalau hotel.

Jadi sangat disarankan sebisa mungkin jaauuuhhh-jauhhhh hari booking hotelnya. Gua saksi hidup dah dari Juni 2018 ke Februari 2019 tuh harga ga pernah turun ๐Ÿคฃ. Area Tsim Sha Tsui pas 2018 masih banyak banget yang dibawah HKD 1,000 tapi begitu Februari 2019 sudah langka. Cuma area sana kan kebanyakkan guesthouse/hostel. Kalau area Central/Causeway Bay lebih tinggi lagi harganya.

Gua ga consider AirBnB, pernah sih cek-cek tapi rasanya kalau cuma berempat gini Hotel adalah pilihan yang lebih baik. Kalau pergi berame-rame naahh mungkin lebih oke AirBnB.

Deket MTR Causeway Bay Exit B.

Anyway, Causeway Corner ini bukan hotel, tapi Serviced Apartment. Sebenernya ada 1 lagi inceran, Serviced Apartment juga, namanya Citadines Ashley Apartment, lokasi di Tsim Sha Tsui. Tapi entah kenapa, kayanya sih keburu-buru juga akhirnya udah booking di Causeway Corner itu. Pas lagi searching ternyata mamanya Louanne pernah nginep di Citadines Ashley Apartment itu dan reviewnya bagus. Jadi mungkin bagi yang mau ke HK bisa jadi rekomendasi tempat nginep nih. Causeway Corner juga not bad kok, suami bahkan bilang dia lebih betah disini daripada hotel sebelumnya.


Stroller

Nah ini dia nih yang bikin galau. Awalnya kita mau sewa dan bawa stroller tandem atas bawah karena mikir lebih praktis cuma bawa 1 stroller aja, lalu suami coba trial sewa sebelum kita pergi. Ternyata stroller tandem itu berat banget dan dalam posisi dilipat pun ukurannya besar. Pas coba test drive dorong dengan dua bocah didalem tuh berat setengah mati. Hahaha. Jadi kita mikir-mikir lagi soal stroller tandem.

Lalu gua pikir apa sewa yang kaya bangku tambahan yang bisa di-attach ke stroller biasa gitu. Tapi setelah liat review dan video juga sepertinya akan merepotkan untuk dibawa. Ga yakin juga kalau bakal berguna.

Pic from gigel.id

Mikir lagi mikir lagi, mempertimbangkan pengalaman ke SG kemarin dimana anak berebutan mau di stroller dan suami jadi gempor gendongin 1 anak, kita membulatkan tekad untuk bawa 2 stroller. 1 stroller pockit boleh pinjem sama ade ipar, 1 stroller Einhill armadilo boleh sewa di Gigel. Stroller pockitnya kita bawa masuk kabin dan Einhill kita masukkin koper yang besar.

Pic from gigel.id. Tas Einhillnya ga dikasih, diganti tas serutnya gigel. Handle bar nya ga kita bawa karena kalau dilipet jadi ga rapet

Lagi-lagi rempong emang tapi ini menyelamatkan kita pas di Disneyland. Sempet mikir apa bawa 1 pockit aja nanti sewa stroller di Disneyland. Tapi resiko ga kebagian stroller karena ternyata disana banyak yang sewa juga dan pas gua liat strollernya ternyata begitu yaowo ๐Ÿ˜†.

Sebenernya not bad sih. Tapi ga padded gitu macem yang disewain di mall2. Ga yakin klo anak2 gua betah duduk disitu apalagi untuk tidur.

Koneksi Internet

Hari gini koneksi internet tuh penting ya biar bisa selalu update. Dari sekian banyak pilihan, antara beli sim card lokal, sewa wifi, dsb, gua memutuskan untuk beli sim card dari Unisim (IG : @uni.sim). Hanya saja sim card Unisim itu berisi kuota mobile data aja, ga bisa buat telepon.

Mereka akan nanya negara tujuan kita dan berapa lama kita akan disana, nanti dikasih list opsi kuota dan harganya. Tinggal pilih sesuai kebutuhan masing-masing. Gua kemarin beli yg 5GB untuk 5 hari, bisa dipakai di HK dan Macau.

Awalnya gua worry 5GB untuk 5 hari ga akan cukup, apalagi kalau dipake anak-anak buat nonton Youtube terus. Tapi ternyata cukup, dengan syarat/tips kalau di tempat yang ada wifi, mobile datanya dimatiin dulu. Jadi bisa lebih hemat kuota.

Speed nya oke sih, cuma kalau untuk cari direction pake Google Maps agak lemot karena pas pindah hotel gua dituruninnya di Taxi Stand dan ga tau letak si hotel dimana, cari pake Google Maps malah nyasar karena GPS nya ga update jadi bingung nih sebenernya gua lagi ada dimana.

Sim card nya juga harusnya compatible ke HP apapun karena udah ada potongan sampe nano size jadi kita tinggal cocokkin sendiri HP kita pake sim card ukuran apa.

Tapi kalau ditanya jadi emang jatohnya lebih hemat daripada beli sim card lokal? Jawabannya ku tak tahu. Mungkin ada kelebihan dan kelemahan masing-masing tapi ku tak bisa menjelaskan. Kalau dibanding sewa wifi yang kudu bawa device tambahan, ya Unisim ini lebih praktis karena ga ada tambahan device apapun, tinggal masukkin simcard aja. Kalau misal mau share sama user lain tinggal jadiin Mobile Hotspot, but of course ga bisa jauh-jauhan HP nya.


Admission Ticket

Karena highlight dari trip ini adalah ke Disneyland, makanya gua udah beli tiket dari Jakarta karena ngga boleh ngga pergi kesini. Hahaha. Gua beli lewat Klook, karena setelah bandingin dengan Travโ‚ฌlok@ dan beberapa travel, harga di Klook tetep lebih murah dan lebih banyak opsi.

Ada sih 1 travel yang offer harga mirip kaya Klook, kelebihannya harganya udah saklek bayar cash pake Rupiah, kalo Klook kan harga saat ini yang kita liat di app itu tergantung rate dan nanti pas cetak tagihan cc kena rate berapa kita ga tau. Kemarin pas ke SG juga gua beli tiket Garden by The Bay sama travel ini karena lebih murah dan ada garansi buy back, tapi pas gua contact lagi sepertinya salesnya ganti dan ga gitu ngerti pas gua tanya-tanya. Dia bilang nanti disana harus tukar e-ticket ke tiket asli dan gua pikir lebih repot donk dibanding Klook yang bisa langsung bawa e-ticketnya ke pintu masuk. Jadi yaudah belinya lewat Klook aja deh.

Epoi ada suggest gua untuk beli yang paket sama meal voucher, karena menurut dia lebih hemat. Tapi setelah diskusi ama suami, diputuskan untuk beli tiket masuknya aja. Kenapa? Karena kita punya 1 anak picky eater dan ga yakin sama makanannya, jadi kita go show aja nanti disana.

Untuk tiket-tiket lain, gua ga beli dulu karena ga yakin bisa stick to itinerary. Sekali lagi karena bawa bocah, as you know, harus berusaha fleksibel.


Obat-obatan

Beberapa hari sebelum berangkat, di grup buibuk berfaedah pada nitip beli obat-obatan ama cik Fanny (IG : @mytreasurebox.id). Gua pun nimbrung beli Paracetamol buat dibawa ke HK, baru mau cobain sih karena selama ini tuh kalau minum Tโ‚ฌmpr@ ga merasa ada efek berarti. Diniatin juga kirim by gosend dari rumah Cik Fanny H-1 sebelum berangkat.

Jadi untuk anak-anak gua bawa Axcel (paracetamol) dan Imboost force. Lainnya gua bawa Panadol, obat sakit perut/kembung/mencret, tolak angin, lucas papaw, betadine, hansaplast dan tidak lupa Minyak Kutus Kutus.


Hong Kong Dollar (HKD)

Harusnya tukar HKD ini gua lakukan jauh-jauh hari sih. Tapi namanya pun procrastinator mendarah daging ya, jadinya tukar HKD juga dilakukan beberapa hari sebelum berangkat dimana nilai tukarnya udah diatas 1,800 terus. Padahal 2 bulan sebelumnya masih sempet turun ke 1,600-an.

Penukaran pertama dilakukan random di money changer pas kita lewat aja. Suami doang yang masuk ke dalem, begitu balik dia tunjukkin uang pecahan 1,000-an 4 lembar dan gua baru inget donk Epoi (iya, Epoi nih semacam informan gua soal HK. Thx poi. Haha) juga ada kasih tau kalau tuker HKD jangan mau dikasih 1,000-an. Tapi nasi udah jadi congee, kita pikir nanti buat bayar Novotel aja karena emang kita Pay at the property. Yang ini dapet rate-nya 1 HKD = Rp 1,850,-

Penukaran kedua gua yang urus. Telepon ke satu money changer tanya rate (dapet 1 HKD = Rp 1,828,- ) dan tanya juga bisa ga kalau mau tuker sekian banyak tapi mintanya pecahan paling besar 500-an dan disanggupi karena mereka juga lagi ada stoknya. Langsung ngacir ke money changernya dan dapet pecahan 500 semua tanpa pecahan kecil ๐Ÿ˜…, katanya ga ada stok. Yawislah yang penting disana ga ditolak dimana-mana.

Penukaran ketiga suami lagi yang urus, dia tukar di tempat yang gua tukar sebelumnya. Kali ini kita tuker dari sisa SGD yang kita punya ke HKD. Tadinya pikiran mau tuker SGD nya nanti disana aja berharap rate nya lebih bagus, tapi suami mikir gausah repot-repot lah, udah tuker aja dari Jakarta semua. Sama juga dapetnya pecahan 500 semua. Jadi kita cuma punya sedikit banget pecahan kecil. Tapi ga masalah juga sih karena di airport pasti beli Octopus Card dulu dan pasti dapet kembalian uang kecil. Oiya, lembaran seribuannya juga kita pake buat beli Octopus Card ini. Jadi amaaaaan, semua 1,000-an terpakai.

Pas tuker dari Rp ke HKD waswas kalau semuanya 500-an takut terlalu besar kalau untuk beli makanan atau belanja di convenience store, tapi begitu udah disana setiap belanja kalau bisa abisin uang kecil terutama koin-koinnya, karena cuma pecahan besar yang punya nilai buat dituker balik ke Rupiah, koin untuk kenang-kenangan aja. Hahahahaha.


Mainan anak

Wajib hukumnya untuk siapin dan bawa mainan baru/yang belum pernah diliat sebelumnya sama bocah dan juga mainan favorit mereka buat jadi distraction entah di pesawat, hotel, tempat makan atau tempat lainnya yang butuh proses menunggu.

Kali ini gua bawa beberapa jenis mainan :

  • Gamebot full charged (mainannya si Kenny)
  • Paw patrol figurine toys (mainannya si Ian)
  • Diamond mosaic sticker (mainan tempel-tempel sticker berbentuk mote-mote). Ada yang ukuran kecil, ada yang besar. Kali ini gua bawa banyakkan karena waktu ke Singapore kemarin, model tempel2 ini sukses banget dimainin bocah di pesawat cukup lama walaupun beda tipe stickernya.
  • Mainan pancing ikan beli di @hellotorobusycube. Ini cocok banget buat dibawa travelling karena size-nya compact. Kayunya halus, gambarnya lucu dan anak-anak umumnya suka main pancing ikan begini.
  • Mainan kayu yang ada 4 huruf bisa diputer2 membentuk kata sederhana gitu. Ada beberapa word cards nya juga. Beli di @hellotorobusycube juga. To be honest this one is kinda failed karena cuma dimainin sebentar banget ama bocil, kemudian tak disentuh lagi sampe tulisan ini diturunkan. Haha.
  • Drawing pad kekinian. Yang tinggal pencet tombol terus gambarnya keapus otomatis itu loh. This one is quite useful.
  • Activity book gambar Nemo. Beli waktu ada BBW Medan buat stok kado kalo ada yang ulang tahun, tapi gua comot satu buat dibawa karena didalemnya ada stickers, coloring pages, dll.
  • Cognition puzzle tema transportasi.
  • Pensil warna + serutan.
Ga semua kefoto.

Done with the preparations, next post cerita jalan-jalannya per hari, okuuuurrr. ๐Ÿ˜Š